Donald Trump Borong Saham Visa dan Mastercard Serta Lepas Kepemilikan Meta
Laporan keuangan terbaru menunjukkan Donald Trump melakukan lebih dari 1.000 transaksi keuangan, termasuk pembelian saham Visa dan Mastercard serta penjualan seluruh saham Meta miliknya.
AMERIKA SERIKAT — Donald Trump melaporkan lebih dari 1.000 transaksi keuangan yang mencakup pembelian dan penjualan saham, obligasi, hingga Exchange Traded Funds (ETF) pada Juni 2026 berdasarkan data terbaru. Laporan ini mengungkap pergeseran signifikan dalam portofolio investasinya, terutama pada sektor teknologi dan layanan keuangan sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia pada 23 Agustus 2026.
Dalam rincian transaksi tersebut, Trump diketahui telah membeli saham di dua perusahaan raksasa pemrosesan pembayaran, yaitu Visa dan Mastercard. Langkah ini menandakan fokus baru pada stabilitas sektor keuangan global di tengah dinamika pasar modal Amerika Serikat yang terus bergerak fluktuatif selama periode laporan tersebut.
Sebaliknya, mantan presiden tersebut memilih untuk mendepak kepemilikan sahamnya di Meta, induk perusahaan dari Facebook dan Instagram. Penjualan seluruh saham Meta ini menjadi sorotan mengingat hubungan historis yang kompleks antara Trump dengan berbagai platform media sosial besar dalam beberapa tahun terakhir.
Selain saham individu, laporan keuangan yang mencakup ribuan entri ini juga memperlihatkan diversifikasi aset melalui berbagai instrumen obligasi dan ETF. Diversifikasi ini menunjukkan strategi pengelolaan kekayaan yang luas, mencakup berbagai kelas aset untuk memitigasi risiko pasar secara keseluruhan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai alasan spesifik di balik keputusan pelepasan saham teknologi tersebut maupun pemilihan Visa dan Mastercard sebagai aset baru. Informasi ini bersumber dari laporan transaksi keuangan resmi yang dipublikasikan kembali oleh CNBC Indonesia pada Minggu, 23 Agustus 2026.
