Baca Live
REFORMASI BURSA

Presiden Prabowo Dorong Demutualisasi BEI untuk Kejar Standar Bursa Global

Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia guna membangun pasar modal yang kredibel dan kompetitif di tingkat dunia.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan langkah reformasi struktural di pasar modal nasional melalui proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) demi mencapai standar pengelolaan bursa global pada Jumat, 14 Agustus 2026. Upaya ini bertujuan untuk mengubah struktur kepemilikan bursa agar menjadi lebih transparan dan akuntabel sebagaimana dilaporkan oleh CNN Indonesia.

Langkah demutualisasi ini merupakan bagian dari visi pemerintah dalam membangun ekosistem keuangan yang kredibel. Dengan perubahan status bursa dari organisasi nirlaba yang dimiliki oleh anggotanya menjadi entitas perusahaan yang berorientasi pada keuntungan, BEI diharapkan memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam pengembangan infrastruktur teknologi dan layanan data.

Prabowo menekankan bahwa sinkronisasi dengan standar internasional menjadi kunci untuk menarik minat investor asing dan memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya memastikan bursa nasional tidak tertinggal dari persaingan regional maupun global yang semakin dinamis.

Proses ini juga diharapkan mampu meningkatkan tata kelola perusahaan (good corporate governance) di lingkungan pasar modal Indonesia. Reformasi tersebut akan mencakup penyesuaian regulasi serta pembagian peran yang lebih jelas antara fungsi regulator dan operator bursa untuk menghindari potensi konflik kepentingan di masa depan.

Penegasan mengenai transformasi bursa ini disampaikan oleh Presiden dalam agenda penguatan ekonomi nasional pada pertengahan Agustus 2026. Informasi mengenai kebijakan strategis ini bersumber dari laporan resmi CNN Indonesia yang diterbitkan pada 14 Agustus 2026.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?