IHSG Tembus 6.477, Saham BYAN Melonjak 20 Persen Dipicu Rumor Akuisisi Haji Isam
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga level 6.477 pada pembukaan perdagangan 18 Agustus 2026, didorong lonjakan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 20 persen.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga menyentuh level 6.477 pada pembukaan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, yang didorong oleh lonjakan sektor energi terutama saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berdasarkan laporan CNN Indonesia dan CNBC Indonesia.
Pada sesi awal perdagangan pukul 09.42 WIB, tercatat sebanyak 337 saham mengalami penguatan, sementara 198 saham melemah dan 185 saham lainnya bergerak stagnan. Data perdagangan menunjukkan kapitalisasi pasar saat ini telah mencapai angka Rp11.418 triliun dengan indeks yang menguat lebih dari 1 persen.
Kenaikan signifikan pada IHSG pagi ini terutama dipicu oleh performa emiten pertambangan batu bara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Harga saham perusahaan tersebut dilaporkan meroket hingga 20 persen di tengah sentimen pasar yang sedang berkembang terkait aksi korporasi besar.
Lonjakan harga saham BYAN tersebut terjadi menyusul beredarnya rumor mengenai rencana akuisisi yang melibatkan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam. Spekulasi mengenai keterlibatan tokoh tersebut menjadi faktor penggerak utama bagi investor di lantai bursa pagi ini.
Sektor energi menjadi motor utama penguatan indeks seiring dengan aktivitas perdagangan yang meningkat. Berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia dan CNN Indonesia pada 18 Agustus 2026, sentimen positif ini berhasil membawa IHSG keluar dari zona stagnan dan mencatatkan pertumbuhan signifikan di jam-jam pertama perdagangan.
