IHSG Anjlok ke Level 6.301, Investor Asing Tarik Dana Masif Rp1,4 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 1,13 persen ke posisi 6.301,77 pada perdagangan 13 Agustus 2026, disertai aksi jual bersih investor asing senilai Rp1,41 triliun.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 1,13 persen hingga berakhir di level 6.301,77 pada penutupan perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, berdasarkan data transaksi pasar modal dari CNBC Indonesia. Pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang masih menunjukkan volatilitas tinggi dengan dominasi tekanan jual pada sejumlah saham unggulan.
Aktivitas pasar menunjukkan adanya pelepasan aset besar-besaran oleh investor mancanegara yang mencatatkan jual bersih (net sell) mencapai Rp1,41 triliun di seluruh pasar. Berdasarkan laporan internal bursa, pergerakan dana asing ini menjadi faktor utama yang menekan indeks hingga keluar dari area psikologis sebelumnya, meski fluktuasi harga tetap memberikan ruang bagi pergerakan beberapa emiten sektor energi.
Sejumlah saham terpantau menjadi sasaran jual utama oleh investor asing, di mana emiten PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menempati posisi teratas daftar pelepasan saham. Meskipun terjadi tren keluar modal secara masif, laporan dari CNBC Indonesia menyebutkan terdapat 10 saham tertentu yang justru masih diminati dan dibeli oleh investor asing di tengah koreksi indeks yang tajam.
Di sisi lain, perkembangan fundamental dari beberapa emiten tetap berlangsung di tengah dinamika pasar. Emiten PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dilaporkan tengah fokus pada kemajuan proyek-proyek penting mereka untuk memperkuat kinerja operasional. Hal ini menjadi perhatian investor lokal yang masih memantau peluang di tengah kondisi indeks yang belum stabil.
Kondisi pasar yang memburuk ini mencerminkan tingginya ketidakpastian sentimen global dan domestik yang memicu aksi ambil untung maupun penghindaran risiko oleh para pelaku pasar besar. Melansir pemberitaan CNBC Indonesia tertanggal 14 Agustus 2026, pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan volatilitas IHSG dalam jangka pendek guna mengambil langkah strategis.
