IHSG Anjlok ke Level 6.405, Asing Catat Pembelian Bersih Rp 1,37 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 1,48 persen ke level 6.405,69 pada Kamis (27/8/2026). Meski 599 saham melemah, investor asing mencatatkan net buy Rp 1,37 triliun.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat meninggalkan level 6.500 dan bergerak di kisaran 6.405,69 setelah mengalami penurunan sebesar 1,48 persen pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Melansir data dari CNBC Indonesia, pelemahan ini terjadi secara luas dengan 599 saham berada di zona merah dan seluruh sektor saham mengalami penurunan.
Kondisi pasar modal saat ini menunjukkan volatilitas yang tinggi sejak pembukaan perdagangan pagi hari. Berdasarkan laporan Finance Detikcom pada pukul 09:23 WIB, indeks sempat dibuka melemah namun berupaya menguat terbatas di area 6.400. Meskipun terjadi aksi jual masif pada ratusan emiten, aktivitas investor asing menunjukkan tren yang kontradiktif antara penjualan sektor tertentu dan pembelian bersih secara akumulatif.
Data perdagangan menunjukkan bahwa di tengah ambruknya indeks, investor asing justru membukukan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 1,37 triliun. Hal ini terjadi meski pada beberapa laporan sesi sebelumnya, sempat tercatat aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 201,10 miliar. Pergerakan modal asing yang masuk dalam jumlah besar ini menunjukkan adanya strategi akumulasi pada saham-saham tertentu saat harga terkoreksi.
Beberapa emiten yang menjadi perhatian dalam kondisi pasar yang berfluktuasi ini antara lain TOTL, BYAN, DSSA, PRDA, dan SMKM. Asing dilaporkan melakukan aksi jual pada 10 saham utama namun secara bersamaan menyerok 10 saham lainnya sebagai langkah penyeimbang portofolio. Hingga laporan CNBC Indonesia dan Detikcom dipublikasikan pada 27 Agustus 2026, kondisi pasar masih terpantau fluktuatif namun dengan dukungan likuiditas asing yang signifikan.
