Baca Live
PASAR MODAL

Bursa Asia Bergerak Variatif Imbas Konflik AS-Iran, Kospi Korea Selatan Justru Melonjak 2 Persen

Pergerakan bursa saham Asia dilaporkan bervariasi pada Selasa pagi akibat ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kehati-hatian investor terhadap harga minyak dunia.

JAKARTA — Bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang variatif pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, menyusul meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, para pelaku pasar kini tengah mencermati fluktuasi harga minyak mentah serta menantikan rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat sebagai kompas investasi.

Meskipun situasi di Timur Tengah memanas, beberapa indeks utama di Asia justru mencatatkan performa positif yang signifikan. Indeks Kospi di Korea Selatan terpantau memimpin penguatan dengan lonjakan mencapai 2 persen pada pembukaan perdagangan. Hal ini menunjukkan adanya sentimen spesifik di pasar domestik Seoul yang mampu meredam kekhawatiran global terkait konflik geopolitik tersebut.

Para investor saat ini cenderung bersikap selektif dalam menempatkan aset mereka sambil menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi Negeri Paman Sam. Pergerakan variatif di bursa regional ini diprediksi akan turut memberikan tekanan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, mengingat ketergantungan pasar modal domestik terhadap sentimen global dan pergerakan komoditas energi.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih terus memantau perkembangan eskalasi di wilayah Teluk yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia. Fokus pasar juga tertuju pada laporan data ekonomi AS yang diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai langkah bank sentral selanjutnya di tengah ketidakpastian global yang dilaporkan oleh CNBC Indonesia pada 18 Agustus 2026.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?